SEJARAH DESA
Sejarah Terbentuknya Desa
|
Desa Long Aran, yang kini terletak di wilayah Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, dibentuk pada tahun 1969 oleh kelompok ketiga dari masyarakat Lepo’ Bakung. Desa ini awalnya dikenal juga dengan sebutan Long Apan Baru, sebagai kelanjutan dari suku dayak Uma’ Alim yang telah ditinggalkan. Ketika kelompok Lepo’ Bakung tiba di wilayah ini, mereka menemukan bahwa lokasi tersebut adalah bekas desa Suku Uma’ Alim yang telah lama ditinggalkan. Bekas permukiman itu masih menyimpan jejak kehidupan berupa sisa ladang, pohon buah, dan tapak rumah adat lama. Setelah memastikan secara adat bahwa tempat itu layak dihuni, mereka memutuskan untuk menetap dan mulai membuka desa baru di atas tanah bekas Uma’ Alim. Masyarakat Lepo’ Bakung hidup berdampingan dengan komunitas Uma’ Lung yang berada di sekitar wilayah tersebut. Nama Long Aran kemudian diresmikan sebagai identitas baru desa, mencerminkan awal kehidupan mereka di tempat itu. Dalam perkembangan waktu, beberapa anggota masyarakat
memilih untuk kembali berpindah pada tahun 1985 dan 1986 ke daerah Sajau,
guna bergabung dengan kelompok Lepo’ Bakung lainnya dari Long Metun (Ka’ Se)
Apau Kayan. Namun, sebagian besar tetap bertahan di Long Aran hingga saat
ini. Kehidupan masyarakat yang dulunya berpindah-pindah kini mulai mengakar
kuat di tanah yang mereka sebut sebagai rumah bersama. |
Asal Usul
Suku di Desa
|
Istilah Dayak Kenyah Lepo’ Bakung terdiri dari tiga suku kata yaitu Dayak, Kenyah dan Bakung. Kata Dayak itu berasal dari kata “Daya” yang artinya dalam bahasa Lepo’ Bakung adalah dari hulu sungai. Jadi Daya atau Dayak adalah orang yang berasal dari hulu sungai. Menurut cerita orang tua jaman dulu istilah dayak mulai dikenal pada jaman penjajahan Belanda di Indonesia khususnya masa kerajaan sultan bulungan di Tanjung Palas. Dan
kata kenyah merupakan bahasa yang digunakan orang dari hulu sungai tersebut. Sedangkan istilah “Bakung” berasal dari nama suatu tempat dimana kelompok Bakung pada waktu itu bermukim di tempat tersebut yaitu Long Bakun. Sebelah kanan mudik sebelah Pujungan. Dari sejak menempati Long Bakung sungai Pujungan tersebut nama Bakung melekat pada kelompok kemanapun mereka pindah. Lepo’ Bakung Long Po’ pidah dari Apau Kayan Pada tahun 1947 ke Long Apan di sungai Lurah dan Tiba di Long Apan pada Tahun 1949 di bawah pimpinan Apui Njau, setalah menetap kurang lebih 24 tahun, kemudian timbul kenginan masyarakat untuk pindah ke bagian hilir untuk mendekat daerah perkotaan namun dalam hal ini tidak ada kesepakatan antara kelompok masyarakat unuk tinggal dalam seuatu daerah tertentu. Menurut informan Pengang Laing bahwa, selama kepemimpinan Apui Njau di Long Apan
sungai paren ada beberapa keturunan paren yang ingin berkuasa dan secara
tidak terangan – terangan menyampaikan kepada orang banyak. Dengan cara diam
– membawa pengikutnya pindah dan akhirnya Lepo’ Bakung Long Apan pecah bagian
menjadi tiga kelompok, kelompok yang pertama pindah ke Long Bang pada tahun
1962 di bawah pimpinan Usat Laing, kelompok yang kedua pindah ke Lepak Aru
pada tahun 1965 di bawah pimpinan Ubang Adjan, dan kelompok yang ketiga
pindah ke Long Aran (Long Apan Baru) kecamatan Pujungan pada tahun 1969
dibawah pimpinan Mendan Laing dan Apui Njau. Sebelum Kelompok ketigas ini
pindah ke Long Aran Apaui Njau di gantikan oleh Mendan Laing yaitu anak dari
saudaranya sendiri.
Kedatangan kelompok Lepo’ Bakung dari Long Apan
ke Long Aran menempati bekas desa Uma’ Alim, dan hidup berdampingan dengan
Uma’ Lung. Di Long Aran pola hidup masyrakat mengalami banyak perubahan,
sehingga beberapa dari masyarakat memilih untuk pindah ke Sajau untuk
bergabung dengan kelompok Lepo’ Bakung yang pindah dari Long Metun (Ka’ Se) Apau Kayan. Perpindahan
sebagian masyarakat terjadi pada tahun 1985 dan tahun 1986.
Dan
sebagain masyarakat yang masih tinggal di Long Aran sampai saat ini tidak
mempunyai rencana untuk pindah ke daerah yang lain. Dan kini masyarakat
sedang giat – giatnya membangun secara gotong royong sarana dan prasaranan di
desa. dan secara bertahap sudah mulai oleh pemerintah terutama badan jalan. |
Baca juga:
Renovasi Jembatan RT 1 Desa Long Aran
Renovasi Jembatan RT 1 Desa Long Aran